Mobil memerlukan oli untuk menjaga kinerja mesin yang optimal. Oli berfungsi untuk melumasi bagian-bagian dalam mesin, mencegah gesekan berlebihan, serta membantu dalam mengatur suhu mesin.
Namun, seringkali para pemilik mobil mengalami kejadian di mana tingkat oli mobil berkurang secara perlahan tanpa ngebul yang biasanya terlihat. Mengapa hal ini terjadi?
Artikel ini akan membahas lebih detail beberapa alasan mengapa oli mobil bisa berkurang tanpa menyebabkan ngebul.
Daftar isi
Penyebab Oli Mobil Berkurang Tapi Tidak Ngebul
Masalah oli mobil berkurang tapi tidak ngebul ini bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab, seperti:
-
Penguapan Oli
Salah satu alasan utama mengapa oli mobil berkurang tapi tidak ngebul adalah penguapan. Ketika mobil beroperasi, mesin akan menghasilkan panas yang tinggi. Suhu yang tinggi ini menyebabkan oli dalam mesin menguap secara perlahan. Fenomena ini lebih umum terjadi pada daerah yang memiliki iklim panas.
Ketika mobil parkir setelah digunakan, mesin tetap menyimpan panas yang menyebabkan penguapan oli berlanjut.Proses ini juga dipengaruhi oleh tingkat viskositas oli, semakin rendah viskositas oli, semakin mudah oli menguap.
Meskipun penguapan oli terjadi secara alami, tetapi terlalu tinggi dapat menjadi masalah serius. Ketika tingkat oli berkurang secara signifikan, kinerja mesin dapat terpengaruh, karena bagian-bagian dalam mesin tidak mendapatkan pelumasan yang optimal.
Akibatnya, mesin menjadi lebih rentan terhadap gesekan berlebihan dan panas yang berlebihan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
Opsi pilihan oli mesin yang tahan dari penguapan adalah oli 9 Circle dari Dokter Mobil.
Oli 9 Circle secara khusus diproduksi di Jerman dengan meningkatkan nilai TBN-nya (Total Based Number), sehingga oli bisa tahan di suhu tinggi. Cocok untuk iklim tropis Indonesia.
Selain nilai TBN yang tinggi, oli 9 Circle juga memiliki kandungan LOW SAPS (sulfated ash, phosphorus, and sulfur) yang lebih minim emisi.
Karena produknya banyak dinanti, pastikan untuk dapatkan sebelum kehabisan dengan reservasi via WhatsApp.
-
Konsumsi Oli yang Normal
Beberapa mobil memiliki tingkat konsumsi oli yang wajar. Hal ini bisa terjadi pada mesin-mesin tertentu yang dirancang untuk menggunakan jumlah oli tertentu dalam jarak tertentu.
Jadi, meskipun tidak ada kebocoran, oli tetap akan berkurang seiring dengan penggunaan mobil. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi oli termasuk desain mesin, usia kendaraan, dan gaya berkendara.
Beberapa mesin, terutama yang lebih tua, cenderung menggunakan lebih banyak oli karena komponen mesin mereka mungkin sudah mengalami keausan.
Untuk mengetahui apakah tingkat konsumsi oli pada mobil Anda normal saat oli mobil berkurang tapi tidak ngebul, periksa panduan pengguna atau manual mobil.
Produsen biasanya memberikan rekomendasi tentang tingkat konsumsi oli yang dapat diterima. Jika Anda merasa tingkat konsumsi oli mobil Anda terlalu tinggi atau mendadak meningkat, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah pada mesin.
-
Keausan Piston dan Cincin Piston
Mesin mobil memiliki piston yang bergerak naik turun di dalam silinder. Piston ini dilengkapi dengan cincin piston yang berfungsi untuk mengurangi celah antara piston dan dinding silinder serta mencegah oli masuk ke ruang bakar.
Namun, seiring berjalannya waktu dan jarak tempuh mobil, piston dan cincin piston bisa mengalami keausan.
Keausan ini menyebabkan celah antara piston dan dinding silinder menjadi lebih besar. Akibatnya, oli dapat masuk ke dalam ruang bakar dan terbakar bersamaan dengan bahan bakar ketika mesin beroperasi, menyebabkan oli mobil berkurang tapi tidak ngebul.
Namun, jumlah oli yang terbakar relatif kecil sehingga oli mobil berkurang tapi tidak ngebul.
Meskipun tidak terlihat ngebul, keausan piston dan cincin piston tetap menjadi masalah serius karena dapat mengurangi efisiensi mesin dan meningkatkan konsumsi oli.
Baca Juga: Ring Piston Mobil Aus, Ini Penyebab hingga Solusinya
-
Masalah Katup PCV (Positive Crankcase Ventilation)
Katup PCV adalah salah satu komponen yang penting untuk mengatur tekanan di dalam karter (crankcase) mesin.
Katup ini berfungsi untuk mengalirkan uap oli yang terbentuk di dalam karter dan membakarnya di ruang bakar agar tidak mengganggu kinerja mesin.
Jika katup PCV mengalami masalah atau terjadi penyumbatan, uap oli akan tetap berada di dalam karter dan tidak dapat dibakar dengan sempurna.
Kondisi ini dapat menyebabkan oli mobil berkurang tapi tidak ngebul yang signifikan. Namun, masalah pada katup PCV dapat mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan.
Jika katup PCV bocor atau rusak, tekanan di dalam karter dapat meningkat, menyebabkan oli keluar dari area yang seharusnya dan mengakibatkan kebocoran oli yang lebih terlihat.
-
Perubahan Viskositas Oli
Oli mobil memiliki berbagai tingkat viskositas atau kekentalan. Pada kondisi tertentu, oli dengan viskositas tertentu mungkin akan lebih mudah menguap, menyebabkan oli mobil berkurang tapi tidak ngebul.
Ketika Anda mengganti oli mobil dengan merek atau tipe oli yang berbeda dengan viskositas yang berbeda pula, Anda mungkin akan melihat perubahan tingkat penguapan oli.
Perlu diingat bahwa tingkat viskositas oli yang rendah dapat menyebabkan oli lebih mudah mengalir dan menguap, sehingga berpotensi menyebabkan berkurangnya tingkat oli tanpa disertai ngebul yang berarti.
Penting untuk selalu menggunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil Anda dan mengikuti panduan pengguna untuk jarak penggantian oli.
Menggunakan oli yang sesuai akan membantu menjaga kinerja mesin dan mencegah oli mobil berkurang tapi tidak ngebul yang berlebihan.
-
Kondisi Piston Ring dan Klep
Piston ring dan klep adalah komponen lain yang berperan dalam mencegah oli masuk ke dalam ruang bakar.
Jika piston ring atau klep mengalami kerusakan atau keausan, mereka mungkin tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan oli dapat masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama bahan bakar.
Kondisi ini menyebabkan berkurangnya tingkat oli mobil berkurang tapi tidak ngebul.
Namun, kerusakan pada piston ring dan klep dapat menyebabkan masalah serius pada mesin. Bocornya oli ke dalam ruang bakar dapat meningkatkan tingkat konsumsi bahan bakar, mengurangi efisiensi mesin, dan menyebabkan penurunan kinerja secara keseluruhan.
Jika Anda mencurigai adanya masalah pada piston ring atau klep saat oli mobil berkurang tapi tidak ngebul, segera lakukan pemeriksaan mendalam oleh mekanik terpercaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Masalah oli mesin berkurang tapi tidak ngebul memang bisa terjadi karena beberapa faktor.
Pastikan untuk jaga kondisi di bagian mesin agar pengurangannya tak berlebihan serta pilih oli dengan kualitas ketahanan yang baik, seperti oli 9 Circle dari Dokter Mobil.
FAQ Oli Mobil Berkurang Tapi Tidak Ngebul
1. Apakah jenis oli mesin (sintetis, semi-sintetis, mineral) mempengaruhi tingkat penguapan oli?
Jawabannya: iya, mempengaruhi! Oli sintetis punya molekul yang lebih seragam dan stabil, sehingga lebih tahan terhadap penguapan dibanding oli mineral. Oli semi-sintetis ada di tengah-tengah, deh. Jadi, kalau mobilmu sering ‘minum’ oli, coba deh pakai oli sintetis. Tapi ingat, pastikan oli itu sesuai spesifikasi mesin mobilmu, ya.
2. Bagaimana cara memeriksa kondisi katup PCV dan apakah bisa dibersihkan sendiri?
Buat ngecek katup PCV, kamu bisa ikuti langkah-langkah ini:
- Cari letak katup PCV. Biasanya sih di dekat tutup oli mesin, bentuknya kayak selang kecil dengan katup satu arah.
- Lepas selang katup PCV dari mesin.
- Tutup lubang selang dengan jari kamu sambil menghidupkan mesin. Kalau katup PCV masih bagus, kamu bakal ngerasa ada hisapan di jari kamu. Tapi kalau nggak ada hisapan atau malah ada tekanan udara yang keluar, berarti katupnya udah rusak dan perlu diganti.
Buat membersihkan katup PCV, kamu bisa rendam di cairan pembersih karburator atau bensin selama beberapa jam, trus sikat pakai sikat gigi bekas. Tapi, kalau katupnya udah rusak atau macet, mending ganti baru aja deh.
3. Berapa biaya penggantian piston ring dan klep jika terjadi kerusakan?
Biaya ganti piston ring dan klep itu lumayan mahal sih, soalnya mekanik harus bongkar mesin. Kisaran harganya bisa beda-beda tergantung jenis mobil dan bengkel yang kamu pilih. Tapi, secara umum, nih perkiraannya:
- Ganti piston ring: jutaan
- Ganti klep: ratusan ribu hingga jutaan
Itu belum termasuk biaya jasa dan komponen lain yang mungkin perlu diganti juga. Mending kamu konsultasi dulu ke bengkel buat dapetin estimasi biaya yang lebih akurat.
4. Apakah ada aditif oli yang bisa ditambahkan untuk mengurangi penguapan atau keausan mesin?
Selain oli 9 Circle yang disebutin di artikel, ada beberapa aditif oli lain yang bisa kamu coba, nih:
- STP Oil Treatment: Aditif ini diklaim bisa meningkatkan viskositas oli dan mencegah keausan mesin.
- Liqui Moly MoS2 Anti-Friction: Aditif ini mengandung molybdenum disulfide yang bisa mengurangi gesekan antar komponen mesin.
- Lucas Heavy Duty Oil Stabilizer: Aditif ini bisa membantu menstabilkan tekanan oli dan mengurangi kebocoran.