Engine knocking, atau ketukan pada mesin mobil, bukanlah masalah yang boleh dianggap enteng. Dampaknya bisa sangat merugikan performa mesin dan bahkan dapat merusak komponen-komponen vital di dalamnya.
Penting bagi setiap pemilik mobil untuk memahami efek knocking pada mesin mobil dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dengan lebih rinci efek engine knocking pada mesin yang timbul dan perlu diperhatikan. Mari disimak!
Daftar isi
Efek Knocking pada Mesin Mobil
Masalah knocking pada mesin mobil tidak boleh dianggap sepele. Karena selain membuat kenyamanan berkendara jadi terganggu, bisa bikin rusak mesin juga, lho.
Ingin tahu apa saja efek knocking pada mesin mobil? Berikut adalah beberapa efek yang akan ditimbulkannya:
1. Reduksi Performa Mesin
Salah satu efek knocking pada mesin mobil adalah penurunan performa mesin.
Ketukan-ketukan yang terjadi di dalam ruang bakar mengganggu proses pembakaran yang efisien dan merugikan kinerja mesin secara keseluruhan.
Ketika mesin mengalami engine knocking, sejumlah masalah muncul yang berkontribusi pada penurunan performa.
Pertama, ketukan yang terjadi mengakibatkan terjadinya pembakaran yang tidak optimal. Ketukan mengganggu distribusi udara dan bahan bakar yang seimbang di dalam ruang bakar, menyebabkan pembakaran tidak sempurna.
Hasilnya, mesin menghasilkan tenaga yang lebih rendah dan respons akselerasi yang kurang baik.
Selain itu, engine knocking juga dapat mempengaruhi waktu pengapian. Ketukan dapat mengakibatkan ketidakstabilan dalam sistem pengapian, yang berarti pengapian tidak terjadi pada waktu yang tepat.
Akibatnya, mesin mungkin kehilangan sebagian tenaganya dan mengalami kesulitan dalam menjaga kestabilan putaran.
2. Konsumsi Bahan Bakar yang Lebih Tinggi
Efek knocking pada mesin mobil juga dapat berdampak negatif pada konsumsi bahan bakar mobil Anda. Ketika mesin mengalami ketukan, efisiensi pembakaran menurun, dan sebagai hasilnya, mesin perlu mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Hal ini berarti mobil Anda akan memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih rendah, yang dapat berdampak pada biaya operasional yang lebih tinggi.
Ketukan pada mesin dapat menyebabkan terjadinya fenomena yang disebut “detonasi awal”. Detonasi awal terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar yang terlalu awal terbakar sebelum titik pengapian yang seharusnya.
Hal ini mengakibatkan hilangnya energi potensial yang bisa dihasilkan oleh campuran tersebut, dan akhirnya membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk mengkompensasinya.
3. Kerusakan pada Komponen Mesin
Efek knocking pada mesin mobil yang paling serius adalah kerusakan pada komponen-komponen mesin yang penting. Ketukan yang berulang-ulang dapat merusak piston, crankshaft, dan bearing, yang merupakan bagian yang sangat vital dalam sistem mesin.
Kerusakan ini dapat menyebabkan biaya perbaikan yang tinggi dan bahkan mengharuskan penggantian komponen yang rusak.
Engine knocking menciptakan tekanan dan suhu yang ekstrim di dalam ruang bakar. Ketukan yang kuat dapat menghasilkan gaya yang merusak piston dan crankshaft, mengakibatkan keausan yang cepat pada permukaan-permukaan tersebut.
Selain itu, tekanan yang tinggi juga dapat mempengaruhi bearing, yang bertanggung jawab untuk mengurangi gesekan antara komponen-komponen yang bergerak.
Jika bearing rusak, maka kinerja mesin akan terganggu dan kerusakan lebih lanjut mungkin terjadi.
Baca Juga: Jenis Kerusakan yang Sering Terjadi pada Mesin Diesel Mobil
4. Penurunan Umur Pakai Mesin
Mesin mobil yang terus-menerus mengalami engine knocking juga berisiko mengalami penurunan umur pakai yang signifikan. Ketukan-ketukan yang terjadi menyebabkan tekanan dan beban ekstra pada komponen-komponen mesin.
Seiring berjalannya waktu, kerusakan yang disebabkan oleh engine knocking akan semakin parah dan mempersingkat masa pakai mesin secara keseluruhan.
Pada umumnya, mesin mobil dirancang untuk bekerja dalam kondisi yang optimal. Namun, ketukan yang terjadi membuat mesin bekerja di luar batas yang direkomendasikan.
Akibatnya, komponen-komponen mesin mengalami keausan yang lebih cepat dan sistem keseluruhan mengalami tekanan yang berlebihan. Hal ini mengurangi masa pakai mesin dan dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
5. Gangguan pada Sistem Emisi
Engine knocking juga dapat mengganggu kinerja sistem emisi mobil Anda. Ketukan yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan emisi gas buang yang tidak terkontrol.
Hal ini berpotensi mengakibatkan kegagalan uji emisi dan dapat melanggar peraturan lingkungan yang berlaku. Tingginya emisi gas buang juga berdampak negatif pada lingkungan sekitar, menyumbang pada polusi udara yang merugikan kesehatan manusia dan ekosistem.
Solusi Atasi Knocking pada Mesin Mobil
Untuk mencegah terjadinya efek knocking pada mesin mobil, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan agar tidak terjadi knocking pada mesin mobil:
1. Gunakan Bahan Bakar Berkualitas Tinggi
Pilihlah bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Bahan bakar berkualitas tinggi memiliki angka oktan yang lebih tinggi, sehingga lebih tahan terhadap efek knocking.
Hindarilah penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang rendah atau bahan bakar yang tidak terjaga kualitasnya.
2. Perhatikan Pengaturan Ignisi
Pastikan sistem pengapian kendaraan diatur dengan tepat. Pengaturan yang terlalu maju (advance) atau terlalu mundur (retard) dapat menyebabkan efek knocking.
Jika Anda merasa ada ketukan pada mesin, segera periksa pengaturan ignisi dan sesuaikan jika diperlukan.
3. Perawatan Rutin
Lakukan perawatan rutin pada mesin mobil, termasuk pemeriksaan dan penggantian komponen yang sudah aus atau rusak. Bersihkan komponen-komponen yang terkait dengan sistem pengapian, seperti busi dan koil, secara teratur.
Selain itu, lakukan juga pemeriksaan dan perawatan terhadap sistem pembersihan karbon pada mesin.