Dalam dunia otomotif, mesin diesel dianggap sebagai mesin yang tangguh dan efisien. Namun, seperti halnya mesin lainnya, mesin diesel juga rentan mengalami kerusakan. Kerusakan yang sering terjadi pada mesin diesel di mobil dapat menjadi sumber masalah yang serius dan mempengaruhi kinerja kendaraan secara keseluruhan.
Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai jenis kerusakan yang sering terjadi pada mesin diesel di mobil, serta memberikan wawasan tentang cara mencegah kerusakan tersebut.
Daftar isi
Kerusakan yang Sering Terjadi pada Mesin Diesel di Mobil
Meski dikenal memiliki mesin yang tangguh, mesin diesel juga pada mobil juga seringkali alami kerusakan. Kerusakan yang sering terjadi pada mesin diesel di mobil ini pun perlu Anda waspadai agar performa mobil selalu terjaga. Berikut ini adalah beberapa jenis kerusakan yang sering terjadi pada mesin diesel di mobil:
1. Overheating
Pemanasan berlebih pada mesin diesel jenis kerusakan yang sering terjadi pada mesin diesel yang dapat merusak komponen mesin. Hal ini dapat terjadi akibat kebocoran pada sistem pendinginan, kegagalan termostat, atau pemakaian radiator yang buruk.
Overheating dapat mengakibatkan kerusakan pada kepala silinder, paku busi, dan bahkan menyebabkan mesin berhenti berfungsi sepenuhnya. Untuk mencegah masalah ini, pastikan sistem pendinginan berfungsi dengan baik dan lakukan perawatan rutin seperti penggantian cairan pendingin.
2. Masalah Injeksi Bahan Bakar
Mesin diesel menggunakan sistem injeksi bahan bakar yang kompleks untuk mengontrol penyemprotan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Kerusakan yang spada sistem injeksi bahan bakar dapat menyebabkan masalah seperti kesulitan saat menghidupkan mesin, kurangnya tenaga, atau suara mesin yang kasar.
Beberapa penyebab umum masalah ini termasuk kebocoran injektor, tekanan bahan bakar yang tidak sesuai, atau penyumbatan pada saluran bahan bakar. Perawatan yang baik dan penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi dapat membantu mencegah kerusakan injeksi bahan bakar.
3. Kegagalan Glow Plug
Glow plug berfungsi memanaskan udara di dalam ruang bakar untuk memudahkan pembakaran saat menghidupkan mesin diesel. Jika glow plug mengalami kegagalan, mesin akan kesulitan untuk dinyalakan, terutama pada kondisi cuaca yang dingin. Pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai atau umur pakai yang sudah lama dapat mempercepat kerusakan glow plug. Mengganti glow plug secara teratur dan menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan oleh pabrikan dapat membantu mencegah masalah ini.
Baca Juga: Efek Busi Mobil Mati, Berbahayakah?
4. Masalah Turbocharger
Turbocharger meningkatkan performa mesin diesel dengan meningkatkan suplai udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Namun, turbocharger juga rentan terhadap kerusakan seperti kebocoran pada sistem turbo, kerusakan pada baling-baling, atau masalah dengan wastegate. Kerusakan pada turbocharger dapat menyebabkan penurunan tenaga mesin, konsumsi bahan bakar yang tinggi, atau suara mesin yang tidak wajar. Perawatan yang baik dan perhatian terhadap perubahan performa mesin dapat membantu mendeteksi masalah turbocharger secara dini.
5. Kegagalan Sistem Listrik
Sistem listrik pada mobil diesel berperan penting dalam mengoperasikan berbagai komponen, termasuk sistem pengapian, pompa bahan bakar, dan sensor-sensor penting. Kerusakan pada sistem listrik dapat mengakibatkan masalah seperti mesin mati mendadak, lampu indikator yang menyala terus, atau kesulitan saat menghidupkan mesin. Pastikan sistem pengisian baterai berfungsi dengan baik, periksa kabel dan konektor secara teratur, dan perbaiki masalah listrik segera setelah terdeteksi.
6. Masalah Pelumasan
Pelumasan yang baik sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan kehidupan mesin diesel. Jika terjadi masalah pada sistem pelumasan, seperti kebocoran minyak, keausan pada bantalan, atau penggunaan oli yang tidak sesuai, dapat menyebabkan gesekan berlebih dan kerusakan pada komponen mesin. Melakukan perawatan rutin termasuk penggantian oli secara teratur dan memeriksa kondisi sistem pelumasan dapat membantu mencegah masalah pelumasan.
FAQ Seputar Mesin Diesel
1. Bagaimana cara mendeteksi kebocoran pada sistem pendingin mesin diesel secara dini?
Kebocoran di sistem pendingin itu bahaya banget, bisa bikin mesin overheat! Nah, buat deteksi dini, kamu bisa lakuin beberapa hal ini:
- Periksa rutin cairan pendingin: Pastikan level cairan pendingin di reservoir selalu cukup. Kalau sering berkurang padahal nggak ada tanda overheat, bisa jadi ada kebocoran.
- Cek area sekitar mesin: Lihat apakah ada tetesan atau genangan cairan di bawah mesin, terutama setelah mobil dipakai. Cairan pendingin biasanya berwarna hijau atau merah.
- Perhatikan indikator suhu: Pantau terus indikator suhu mesin di dashboard. Kalau jarumnya sering naik mendekati zona merah, bisa jadi ada masalah di sistem pendingin, termasuk kebocoran.
- Rasakan bau mesin: Kadang, kebocoran di sistem pendingin bisa bikin muncul bau manis di sekitar mesin.
- Cek kondisi selang & radiator: Periksa selang-selang radiator secara berkala. Pastikan nggak ada retakan, klem longgar, atau tanda-tanda kebocoran lainnya. Cek juga kondisi sirip-sirip radiator, pastikan bersih dari kotoran dan nggak ada yang penyok.
Kalau kamu curiga ada kebocoran, mending langsung bawa ke bengkel ya. Biar dicek sama mekanik profesional pakai alat khusus, misalnya pressure tester.
2. Apakah jenis bahan bakar yang paling cocok untuk mesin diesel modern?
Mesin diesel modern itu udah canggih banget, makanya butuh bahan bakar yang berkualitas juga. Rekomendasi terbaik sih pakai solar dengan angka Cetane Number tinggi, minimal 51.
Kenapa? Karena angka Cetane Number nunjukkin kualitas pembakaran solar. Semakin tinggi angkanya, pembakaran makin sempurna, tenaga mesin makin optimal, dan emisi gas buang makin rendah.
Di Indonesia, kamu bisa cari solar dengan label Pertamina Dex atau Shell V-Power Diesel. Solar jenis ini punya Cetane Number tinggi dan aditif khusus yang bikin mesin lebih awet dan bersih.
3. Berapa biaya rata-rata untuk memperbaiki masalah turbocharger pada mesin diesel?
Waduh, kalau soal biaya turbocharger ini variatif banget, tergantung jenis kerusakan dan tipe mobilnya.
- Kerusakan ringan kayak selang bocor atau sensor rusak, mungkin sekitar Rp 500 ribu – Rp 2 jutaan.
- Kalau turbonya perlu overhaul, biayanya bisa Rp 3 jutaan – Rp 10 jutaan.
- Nah, kalau sampai ganti turbo baru, siap-siap keluarin budget lebih besar lagi, bisa belasan bahkan puluhan juta rupiah.
Mending kamu konsultasi langsung ke bengkel spesialis turbo buat dapat estimasi biaya yang akurat ya.
4. Apakah ada perbedaan dalam perawatan mesin diesel untuk kendaraan penumpang dan kendaraan komersial?
Meskipun prinsip kerjanya sama, ada beberapa perbedaan dalam perawatan mesin diesel untuk kendaraan penumpang dan komersial:
- Interval servis: Kendaraan komersial biasanya punya interval servis yang lebih pendek karena pemakaiannya lebih berat.
- Jenis oli: Oli yang dipakai untuk mesin diesel komersial biasanya punya spesifikasi yang lebih tinggi untuk menahan beban kerja yang lebih berat.
- Komponen yang perlu perhatian ekstra: Pada kendaraan komersial, komponen seperti kopling, rem, dan suspensi perlu perhatian ekstra karena sering menanggung beban berat.