Posted by sukses besar Uncategorized

Penyebab Tarikan Mobil Grand Livina Berat

Hampir semua pengemudi mobil pernah merasakan saat mobil terasa lebih berat dibandingkan biasanya. Hal ini pastinya akan sangat mengganggu bagian akselerasi saat berkendara ketika mesin terasa berat. Biasanya hal ini akan membuat pengemudi merasa tidak nyaman ketika kondisi seperti ini terjadi. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab tarikan mobil matic khususnya Grand Livina terasa berat, dan tentunya sebagai pengemudi, Anda tidak boleh mengabaikannya begitu saja.

Beberapa faktor yang menyebabkan tarikan mobil Grand Livina berat :

  1. Kampas Kopling Tipis

Penyebab paling umum terdapat pada bagian kampas kopling yang sudah tipis. Hal ini biasanya akan terlihat pada mesin yang meraung serta pergerakan mesin yang cukup berat. Kampas kopling memang didesain untuk dapat bergesekan dengan flywheel, sehingga pada jangka waktu tertentu tentunya kampas kopling dapat terkikis dan habis. Penting untuk mengetahui ciri-ciri kampas mobil habis.
Apabila kampas kopling sudah mulai tipis, maka cengkeraman kampas pada flywheel menjadi kurang begitu kuat dan dapat menyebabkan selip. Karena kondisi selip ini lah yang pada akhirnya membuat tarikan mobil terasa berat. Selain itu akan muncul gejala lain seperti getaran yang berasal dari bawah  mobil saat dikendarai
Untuk bisa mengatasi masalah ini, sebaiknya Anda segera mungkin untuk mengganti plat kopling dengan komponen yang baru. Penggantian kopling pun tidak boleh telat karena dapat menyebabkan komponen yang tipis tersebut merusak flywheel serta pressure plate sehingga nantinya Anda bisa saja mengeluarkan biaya yang lebih banyak.

  1. Cengkeraman Rem Terlalu Kuat

Penyebab lainnya yaitu berasal dari sistem pengereman mobil yang terlalu kencang pada bagian cengkeramannya, meskipun pedal rem belum diinjak. Biasanya hal ini terjadi pada jenis rem tromol ketika penyetelan yang dilakukan terlalu seret. Sehingga semakin seret bagian roda mobil, maka menyebabkan semakin berat mobil yang dijalankan dan membuat mesin bekerja lebih ekstra. Jika mesin mobil Anda memiliki kapasitas yang kecil, maka tarikannya seperti tertahan. Untuk permasalahan ini dapat diatasi dengan cara menyetel ulang rem tromol sehingga rem mobil tidak terlalu kuat saat mencengkeram.

  1. Bearing Roda Yang Seret

Bearing roda berada di tengah poros roda mobil. Komponen ini memiliki fungsi sebagai bantalan roda pada steering knucle. Jika fungsi kerja komponen ini terganggu maka dapat menyebabkan roda menjadi seret dan beban mobil terasa lebih berat. Penyebab masalah ini bisa jadi karena bearing yang kurang pelumas ataupun terdapat luka pada permukaan bearing. Kerusakan ini menyebabkan pengemudian menjadi kurang nyaman dan munculnya bunyi-bunyi aneh saat dikendarai. Untuk itu, selalu pastikan jika bearing selalu dilumasi dengan sempurna sehingga terhindar dari risiko bearing yang luka.

  1. Turbo Vane Yang Macet

Pada umumnya kerusakan ini terjadi pada mobil bermesin diesel. Keberadaan turbo memiliki fungsi yang penting, karena mesin diesel menggunakan mesin-mesin berkompres tinggi yang mempengaruhi power mesin dan torsi. Untuk turbo diesel modern, biasanya sudah dilengkapi menggunakan teknologi variable geo turbo yang mana dapat mengatur kekuatan bosting turbo. Masalahnya adalah pada bagian turbo vane yang bekerja sebagai katup untuk mengatur boosting yang berasal dari turbo. Jika katup menutup dan tidak membuka, maka aliran udara yang menuju mesin juga tertutup. Hal ini lah yang akhirnya membuat kerja mesin menjadi berat dan tidak dapat mencapai RPM maksimal. Untuk mengatasinya dibutuhkan pengecekan menggunakan komputer pada komponen di dalamnya, sehingga masalah dapat terlihat. Biasanya pengecekan dilakukan di bengkel khusus yang memang menangani masalah mobil mesin diesel.

  1. Sistem Transmisi Bermasalah

Penyebab tarikan mobil terasa berat lainnya terdapat pada sistem transmisi mobil yang bermasalah. Untuk transmisi otomatis tentunya berbeda dengan sistem transmisi manual yang menggunakan roda gigi. Sedangkan transmisi matic menggunakan roda gigi yang berbentuk plat lempengan pada mekanisme hidrolik.

Apabila salah satu plat pada sistem transmisi matic menempel atau terimpit, hal ini membuat proses pemindahan gigi menjadi terhambat, meskipun Anda menginjak gas hingga penuh. Posisi gigi tetap dan mesin hanya dapat meraung yang membuat tenaga menjadi tertahan. Masalah transmisi matic ini cukup berbahaya jika dibiarkan. Biasanya hal ini dipicu karena pemilik mobil yang jarang melakukan penggantian oli transmisi. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan rutin mengganti oli transmisi agar sistem transmisi tidak bermasalah.

  1. Catalytic Converter Mampet

Gas buang kendaraan memiliki sifat racun bagi lingkungan sekitar. Namun sayangnya Gas CO ini merupakan hal yang tidak bisa dihindari karena pembakaran dalam mesin kendaraan pasti akan meninggalkan sisa emisi. Agar tidak mencemari lingkungan, maka banyak pemilik mobil yang menggunakan catalytic converter yang dapat menyerap gas polutan ini.

Sayangnya komponen ini memiliki masa pakai, sehingga perlu dilakukan penggantian. Jika umur katalis semakin lama tentu saja polutan yang terserap pada akhirnya akan menjadi kerak yang menutup rongga katalis. Hal ini lah yang kemudian menyebabkan mesin akan kesulitan untuk bisa mencapai top RPM. Untuk mengatasi hal ini, maka harus dilakukan pembersihan pada kerak katalis. Hal ini dilakukan dengan cara membakarnya. Tapi jika kondisinya cukup parah, segeralah ganti dengan komponen yang baru.

  1. Sirkulasi AC Bermasalah

Masalah lainnya dapat terjadi karena sirkulasi AC yang memang bermasalah. Hal ini dapat dilihat dari mesin yang terasa berat ketika AC dinyalakan. Untuk mendeteksi masalah ini Anda harus memeriksa apakah terdapat sumbatan pada bagian sistem pendingin mobil. Sumbatan ini dapat terjadi pada bagian condenser atau dryer sistem pendingin. Untuk melakukan pengecekan, Anda bisa membawa mobil Anda langsung ke bengkel yang menangani khusus sistem pendingin mobil.

Itulah beberapa penyebab tarikan mobil Grand Livina terasa berat serta bagaimana cara mengatasinya. Jangan lupa pula untuk selalu melakukan perawatan mesin mobil secara rutin, sehingga kondisi mobil Anda selalu terjaga dengan maksimal. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda.

Baca juga : Penyebab extra fan atau kipas radiator mobil mati

Tags:

About Author