Posted by sukses besar Uncategorized

Penyebab AC Mobil Grand Livina Keluar Hawa Panas

AC mobil merupakan bagian yang cukup penting, karena fungsi AC bukan hanya untuk mendinginkan suhu ruangan di dalam mobil, namun juga berfungsi sebagai pengatur kelembaban, memurnikan udara, hingga mengatur sirkulasi udara dalam mobil Anda.

AC mobil yang mengeluarkan hawa panas tentunya sangat membuat tidak nyaman, dan Anda tidak akan betah mengemudi. AC mobil sendiri terdiri dari berbagai komponen di dalamnya yang bekerja dalam sebuah sistem. Sehingga bila hasil kerja dari sistem tersebut tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka ada masalah yang terjadi dalam sistem tersebut

Komponen yang mendukung berjalan normalnya sistem AC mungkin tidak berfungsi sesuai fungsinya. Komponen-komponen mobil tersebut antara lain, kipas kondensor, Kompresor, kondensor, dryer, blower, evaporator dan sebagainya. Bila terjadinya suhu di dalam mobil tiba-tiba tidak dingin maka perlu diperiksakan apakah kondisi komponen-komponen tersebut masih berjalan fungsinya atau tidak.

Kabin Filter dan radiator yang kotor akibat debu yang menumpuk juga dapat menjadi pemicu AC mobil menjadi kurang dingin. Oleh karenanya bila mobilitas pengguna kendaraan cukup tinggi, membersihkan kabin filter harus dilakukan minimal satu bulan sekali. Sebaliknya bila pengguna tidak terlalu sering bepergian menggunakan kendaraan, maka dapat membersihkan filter AC mobil minimal dua bulan sekali.

Jadi dapat dikatakan semakin intensif perawatan AC mobil Anda, maka akan terhindar dari Fenomena AC yang panas secara tiba-tiba tersebut.

Ada pun penyebab lain dari AC mobil yang mengeluarkan hawa panas khususnya pada mobil Grand Livina antara lain :

  1. Magnetic clutch

Gejala awal magnetic clutch yang bermasalah yaitu, saat awal jalan AC masih terasa dingin, namun ketika jalanan padat atau macet AC mobil tiba-tiba panas. Namun, terkadang saat jalanan sudah mulai lancar, AC mobil kembali dingin.

  1. Cooling fan ac / fan radiator mati

Di saat cooling fan atau biasa disebut extra fan mati, mennyebabkan pembuangan panas di kondensor menjadi tidak sempurna dan membuat tekanan pada kondensor menjadi kepanasan / overheat. Sehingga berimbas menurunnya kinerja kompresor, biasanya kendala ini akan lebih terasa ketika mobil berhenti / macet.

  1. Freon berlebihan 

Freon yang berlebihan juga malah membuat tekanan tinggi (High pressure) menjadi overheat. Secara otomatis akan menyebabkan kompresor menjadi kepanasan dan menurunkan performa dinginnya, bahkan jika terlalu overheat kompresor juga akan cut/off. Freon yang berlebihan ini biasanya disebabkan karena faktor human error dari bengkel, karena masih banyak para pengguna mobil yang awam tentang AC, merasa AC kurang dingin sedikit lalu membawa mobilnya ke bengkel sembarang untuk di tambah freon, padahal belum tentu karena kurang freon.

  1. Sistem AC mampat

mampat pada sistem AC biasanya terjadi pada dryer filter, expansi valve dan kondensor, efek mampat tentu saja akan membuat sirkulasi freon di dalam sistem menjadi terhambat dan mengakibatkan AC jadi tidak konstan dinginnya.

  1. Komponen kompresor Aus

Komponen kompresor aus ini pada umumnya disebabkan karena sudah saatnya untuk diganti, gejala umum yang dapat terlihat dengan adanya bunyi kasar, serta pada bagian sight glass akan terlihat hitam. Sehingga menimbulkan dampak lainnya yang terjadi yaitu tersumbatnya bagian dryer filter dab juga expansi valve.

  1. Evaporator kotor

Jika evaporator kotor menyebabkan tersumbatnya aliran udara ke dalam mobil, sehingga anginnya pun kecil. Penyebabnya bisa dari debu yang menumpuk di bagian evaporator tersebut. Sebaiknya disarankan agar dipasang kabin filter agar debu tidak mudah masuk ke bagian evaporator.

  1. Kebocoran Sistem AC

Hal ini disebabkan karena adanya kebocoran yang terjadi pada Sistem AC, misalnya kebocoran pada evaporator atau condenssor, hingga kebocoran yang dapat terjadi pada sambungan Seal O-ring atau komponen lainnya.

  1. Elektrik / kelistrikan

beberapa komponen AC dapat hidup karena adanya aliran listrik, apabila jalur kelistrikan ada yang terganggu maka akan membuat salah satu dari komponen tersebut tidak jalan dan tentunya akan membuat AC menjadi panas.

  1. Temperatur mesin overheat

Radiator mampat, kebocoran air radiator, termostat radiator rusak, waterpump rusak, bahkan sampai silinder head mesin itu akan membuat Temperatur mesin menjadi overheat dan efeknya pasti akan langsung berimbas kepada AC mobil menjadi tidak dingin. Jika mesin overheat, tekanan freon pasti akan overheat juga dan menyebabkan kompresor menjadi kepanasan secara berlebihan, maka secara otomatis akan membuat kompresor cut/off sementara waktu. 

  1. Fanbelt putus

Fanbelt putus bisa membuat puly Compressor tidak terhubung dengan Putaran mesin.

Dari uraian tersebut ternyata penyebab AC mobil panas cukup banyak, sehingga para pengguna mobil cukup menganalisis kira-kira apa penyebabnya. Jika bukan karena komponen yang menunjang sistem AC, bisa coba cek temperatur mesin apakah overheat atau tidak. Jika mesin over heat juga akan menyebabkan kompresor tidak bekerja

Baca juga : Penyebab pedal kopling mobil menjadi keras

Untuk mengatasi beberapa masalah tersebut, langkah yang dapat Anda lakukan untuk mobil Grand Livina kesayangan Anda, di antaranya adalah :

  1. Cuci AC Mobil

Panas dan hawa gerah yang keluar dari AC mobil umumnya berasal dari kotoran yang ada pada evaporator AC mobil. Hingga mengakibatkan hawa dingin yang keluar dai AC berkurang, justru hawa panas lah yang keluar.

Jika Anda melakukan cuci AC mobil, kotoran-kotoran pada AC mobil akan hilang sehingga hawa dingin dapat sampai kepada Anda dengan lebih baik. Beberapa tempat di AC mobil yang kerap menjadi sarang kotoran antara lain:

  • kabin /dashboard AC mobil
  • kipas AC mobil
  • evaporator AC mobil

Selain itu Anda juga perlu untuk mengganti filter AC secara berkala. Dengan cara ini, AC mobil yang tadinya gerah dan pengap dijamin akan menjadi lebih sejuk dan nyaman bagi penumpang di dalam mobil

     2. Flushing AC Mobil

Flushing menggunakan mesin khusus flushing, sebuah teknologi yang memungkinkan untuk perbaikan AC mobil tanpa melakukan pembongkaran. Mesin flushing dapat melakukan hal-hal seperti:

  • Penyedotan oli lama pada kompresor AC mobil
  • Penyedotan kotoran dan gram-gram di dalam kompresor AC mobil
  • Menyedot freon AC mobil
  • Mengisi ulang oli kompresor dalam takaran yang sesuai / pas dengan kebutuhan AC mobil
  • Mengisi ulang freon AC mobil dengan freon yang lebih berkualitas

Dengan cara ini, kotoran penyebab kompresor tidak mampu menghasilkan hawa dingin yang sejuk akan tersedot. Selain itu, freon AC mobil yang sudah tidak lagi berkualitas, akan diganti dengan freon yang lebih bersih dan mampu memberikan hawa sejuk dengan lebih baik.

  1. Penggantian Spare Part Bermasalah

Jika spare part AC mobil bermasalah, kinerja AC mobil akan menurun. Tidak jarang akan menimbulkan masalah-masalah seperti AC mobil berisik, bau, hanya keluar angin, mengeluarkan hawa panas dan pengap. Beberapa spare part yang umumnya bertanggung jawab pada masalah ini yaitu, kipas AC mobil, kompresor AC mobil yang jebol, dan kebocoran pada AC mobil.

Tags:

About Author